Bidadari Labuan Bajo Yang Kontroversial

Jika anda berkunjung ke Labuan Bajo maka jangan lewatkan untuk berjumpa dengan bidadari Labuan Bajo. Namun jangan salah, bidadari Labuan Bajo adalah nama salah satu pulau destinasi wisata di sana, bukan nama perempuan cantik. Dinamakan dengan bidadari karena memang pulau tersebut cantik.

Pulau Bajo adalah nama pulau bidadari sebelumnya tetapi kemudian diubah menjadi Pulau Bidadari. Penggantian nama ini konon dikarenakan di pulau indah tersebut tumbuh banyak pohon bidara sehingga dinamai pulau Bidadari. Versi lainnya adalah karena pulau ini memiliki pemandangan indah.

Kondisi Pulau Bidadari

Bidadari Labuan Bajo
Keindahan lautan sekitar pulau Bidadari. Sumber labuanbajotour.com

Pulau Bidadari yang ada di Labuan Bajo lokasinya tidak begitu jauh dari Pulau Komodo. Pulau ini memiliki luas 15 hektar. Namun meskipun berukuran kecil untuk sebuah pulau tetapi keindahannya tiada duanya. Memang pulau ini kurang populer jika dibandingkan dengan pulau Komodo, padahal untuk ke Pulau Bidadari hanya memerlukan waktu 10 menit dari pulau Komodo.

Perbukitan, pepohonan dan pasir putih yang indah pada pantainya menjadikan pulau ini semakin cantik. Sebagai pulau yang ada di tengah laut, pulau bidadari menjadi tempat favorit untuk dijadikan tempat menyendiri meninggalkan hiruk pikuk kota untuk sementara waktu.  

Berenang dan Menegok Pemandanan Bawah Laut

Jika anda tertarik untuk menyelam, anda bisa menjelajahi kehidupan bawah laut di pulau ini dengan alat snorkeling yang anda miliki. Meskipun anda hanyalah penyelam atau perenang pemula anda tidak pelu khawaatir karena kondisi ombaknya tidak begitu kuat. Anda akan melihat terumbu karang dan kehidupan laut dengan ikan berwarna-warni dari kedalaman 5 meter saja.

Selain itu penyu laut berukuran besar dapat anda temui jika anda mampu menyelam lebih dalam. Snorkeling di sekitar pulau untuk menikmati terumbu karang yang lebih jauh bisa anda lakukan ketika anda betul-betul berpengalaman dalam berenang atau menyelam. Keindahan kehidupan laut di Pulau Bidadari masih asli. Tempat menyelam di sekitar Labuan Bajo terkenal sebagai salah satu tempat menyelam terbaik di dunia.

Berbagai penyelam dari seluruh dunia pernah ke Labuan Bajo untuk menikmati paket diving. Selain menyelam dan snorkeling, Anda tetap bisa melakukan aktivitas air lainnya. Banyak kegiatan menarik yang bisa dijelajahi disini. Labuan Bajo Tour menjadi salah satu penyedia paket wisata yang bisa anda gunakan untuk berwisata di destinasi wisata ini.

Fasilitas di Pulau Bidadari

Seperti halnya destinasi wisata lainnya di Labuan Bajo  dan sekitarnya, Pulau Bidadari memiliki beragam fasilitas pendukung. Jadi jangan salah, meskipun lokasinya ada di tengah laut namun fasilitas yang tersedia akan menjadikan anda tenang ketika berwisata di sana.

Deretan cottage dengan layanan dan restoran bintang lima ada di Pulau Bidadari. Fasilitas di cottage adalah mini bar, teras pribadi, air panas, dokter, laundry, satpam, dan masih banyak lagi. Resor di pulau ini menyediakan fasilitas diving dengan standar internasional. Anda tidak perlu khawatir dengan apapun ketika mengunjungi Pulau Bidadari Labuan Bajo.

Kontroversi Kepemilikan

Pada mulanya Punggawa Bajo memiliki wilayah kekuasaan yang sangat luas hingga perbatasan dengan Nusa Tenggara Barat (NTB). HM Yusuf yang merupakan seorang tokoh di Labuan bajo dikenal sebagai keturunan Punggawa Bajo artinya ia memiliki kuasa atas pulau Bidadari. Seperti halnya tradisi pada masyarakat Suku Dayak, ada semacam kepemimpinan tradisional yang diwariskan pada suku Bajo.

Konon Ernest Lewandosky, telah membeli pulau Bidadari dari HM Yusuf seharga Rp 459 juta di masa lalu. Karena itulah Lewandosky tinggal di pulau tersebut bersama istrinya sejak lama. Dia mengusir warga lokal khususnya nelayan untuk mendekati pulau tersebut saat mencari ikan, karena memang ia mengklaim kepemilikan pulau tersebut.

Bidadari Labuan Bajo
Pulau Bidadari dari atas. Sumber labuanbajotour.com

Tentu saja hal ini menuai kontroversi di kalangan masyarakat. Akhirnya pada 1 Maret 2006, Pejabat Departemen Pertanahan NTT, Johanes Veky Leba menyatakan bahwa Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kabupaten Manggarai telah memberikan sertifikat hak guna bangunan (HGB) selama 35 tahun kepada perusahaan milik Ernest Lewandosky.

Sebenarnya jika di teliti lebih mendalam, banyak pulau pulau kecil di Indonesia di jual kepada perusahaan swasta atau perorangan untuk di kembangkan menjadi tempat destinasi wisata. Memang hal ini mampu menumbuhkan pengelolaan pulau mnenjadi lebih baik lagi. Namun dari segi kedaulatan negara hal ini sangat merugikan negara. Belum lagi jika warga lokal diusir dari aktivitas mencari nafkah di sekitar pulau.

Leave a comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.