Berbicara tentang arsitektur, sudah pastilah juga berhubungan dengan sebuah teknik membangun struktur bangunan agar tidak hanya kokoh namun juga memiliki tampilan yang unik dan indah untuk dilihat. Kita mengambil sebuah contoh atau sebuah kasus keunikan rumah adat bena yang dibangun dengan begitu presisi agar tampilan keseluruhan lebih indah dan nyaman untuk dilihat.
Kepresisian bangunan adat tersebut sudahlah tentu dikerjakan dan dibangun oleh masyarakat yang memiliki kemampuan arsitek tinggi, walaupun mungkin pada saat itu untuk mendapat ilmu tersebut diperoleh bukan dari perguruan tinggi ilmu arsitektur melainkan diturunkan dari nenek moyang mereka.
Selanjutnya karena pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai arsitektur kampus penerbangan, dan banyak dari anda mungkin belum begitu paham mengenai hal tersebut, maka untuk lebih jelasnya dapat anda simak dan pembahasan berikut ini:
Pengertian Arsitektur
Arsitektur pada awalnya berasal dari Bahasa yunani “archee” dan “tectoon” yang mana arcee berarti yang asli, yang utama, dan yang awal. Sementara tectoon berarti kokoh, tidak roboh, dan stabil. Maka jika digabungkan architectoon menjadi original dan kokoh.

Secara umum arsitektur adalah sebuah seni praktik perancangan, pembangunan struktur dan konstruksi bangunan. Sedangkan dalam artian luasnya, arsitektur dapat mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan level makro, misalnya perencanaan kota, tidak hanya satu bangunan dan pelengkapnya saja.
Tahap Arsitektur Pembangunan Kampus Penerbangan
Ada beberapa tahapan arsitektur pembangunan kampus penerbangan yang harus diperhatikan dan dikerjakan karena hal tersebut sudah merupakan tanggung jawab seorang arsitek. Adapun tahapan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Menentukan Konsep Rancangan
Dalam menentukan konsep perancangan kampus penerbangan seorang arsitek perlu melakukan pemeriksaan seluruh data serta informasi yang diterima, lalu kemudian membuat analisis dan pengolahan data.
2. Membuat Desain yang Skematik
Dalam membuat skematik desain untuk pembangunan kampus penerbangan, seorang arsitek perlu menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-gambar.
3. Melakukan Rancangan
Selanjutnya setelah melakukan desain dalam bentuk gambar, maka dilanjutkan dengan melakukan rancangan pembangunan kampus penerbangan. Pada tahap ini, arsitek bekerja atas dasar prarancangan yang telah disetujui oleh pengguna jasa untuk menentukan: sistem konstruksi & struktur bangunan, bahan bangunan, dan perkiraan biaya yang dibutuhkan.
4. Menentukan Gambaran Kerja
Selanjutnya seorang arsitek akan menentukan gambaran kerja seperti apa untuk membangun sebuah kampus penerbangan.

Setelah itu konsep rancangan yang terkandung dalam pengembangan rancangan tersebut ke dalam gambar-gambar dan uraian-uraian teknis yang rinci, sehingga semua pihak yang dilibatkan dapat menjelaskan proses pelaksanaan.
5. Pelaksanaan Konstruksi
Seperti halnya penentuan filosofi arsitektur Masjid Agung Gedhe Kauman, dalam pelaksanaan pembangunan juga perlu menentukan filosofi yang pas apalagi pembangunan yang dilakukan terkait dengan kampus penerbangan.
6. Pengawasan Berkala
Terakhir pada pembangunan kampus penerbangan, seorang arsitek akan melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan mengadakan pertemuan secara teratur dengan pengguna jasa dan pelaksana pengawasan terpadu atau MK yang ditunjuk oleh pengguna jasa.
Ciri-ciri Arsitektur Kampus Penerbangan
Untuk ciri ciri arsitektur dan desain suatu bangunan, dapat dilihat dari beberapa unsur berikut ini:
1. Unsur Fisik
Dalam penentuan arsitektur kampus, unsur fisik berupa bentuk dan ruang, di sini harus diperhatikan untuk bagaimana sistem dan struktur yang diterapkan, apa saja teknologi yang dipakai, dan tampilan seperti apa yang diinginkan. Penggunaan unsur ini dapat dengan mudah membantu memberikan arahan atau pondasi awal membangun desain kapus.
2. Unsur Penerimaan
Selanjutnya dalam penentuan arsitektur kampus, juga perlu memperhatikan unsur penerimaan, yang mana unsur ini berkebalikan dengan unsur fisik yang sebelumnya dijelaskan. Dalam unsur ini berkaitan dengan konsep psikologis dari suatu arsitektur apakah manusia akan nyaman untuk menghuni bangunan ini dan apakah penentuan jalannya akan mudah dan tidak membingungkan.
3. Unsur Konseptual
Terakhir dalam menentukan arsitektur kampus juga perlu memperhatikan yang namanya unsur konseptual. Unsur ini jika berkaitan dengan bangunan kedirgantaraan berarti tampilan akhir yang diperlihatkan akan sinkron dengan kampus tersebut atau dengan kata lain unsur ini merupakan simbol yang membedakan dengan kampus lainnya.
Untuk ciri ciri bangunan kampus dirgantara yaitu memiliki tugu atau monumen burung dan atau pesawat disekitarnya. Selain itu juga dalam unsur konseptual juga tentu perlu adanya hangar di dalam kampus kedirgantaraan untuk melakukan perawatan atau perbaikan pesawat.
Arsitektur Kampus Penerbangan : Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto
Kampus ITDA atau Institut Teknologi Dirgantara Adisutjipto merupakan kampus berbasis kedirgantaraan di bawah Yayasan Adi Upaya (YASAU) TNI AU.

Kampus ITDA sendiri didirikan pada tanggal 2 Agustus 2001 dengan nama Sekolah Tinggi Teknologi Adisutjipto. Ada beberapa prodi yang ditawarkan oleh kampus yang satu ini meliputi jurusan Teknik Dirgantara, teknik Mesin, teknik Elektro, teknik Industri, teknik Informatika dan D III Aeronautika.
Kampus ITDA yang berbasis kedirgantaraan ini memiliki tampilan atau ciri khas yang berbeda dengan kampus umum lainnya adapun perbedaan tersebut dapat dilihat dari struktur bangunan, ciri bangunannya, dan monument atau simbolis yang diperlihatkan.
Adapun ciri tampilan yang membedakannya antara lain adanya tugu atau monumen burung dan pesawat ATR di dekatnya, bangunannya yang sangat presisi, sekaligus terdapat hanggar perawatan pesawat terbang di dalamnya.
Itulah beberapa penjelasan mengenai pengertian umum arsitek, tahapan pembangunan, unsur dan ciri bangunan, dan kampus kedirgantaraan. semoga penjelasan kami diatas dapat memberikan banyak tambahan ilmu pengetahuan bagi anda yang membacanya.